Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya.

Lalu beliau mengajukan 6 pertanyaan.

* Pertanyaan ke 1. Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini??

Muridnya ada yang menjawab,, “orang tua”, “guru”, “teman”, &”kerabatnya”

Yang paling dekat dengan kita adalah “kematian”.Sebab kematian adalah PASTI adanya,,,

* Pertanyaan ke 2, Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?

Muridnya ada yang menjawab,,, “negara Cina”, “bulan”, “matahari

Yang paling benar adalah “masa lalu…Siapa pun kita,,, bagaimana pun kita,,, dan betapa kayanya kita… tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu,,,Sebab itu kita harus menjaga hari ini,,, & hari-hari yang akan datang.

* Yang ke 3,, Apa yang paling besar di dunia ini ?

Muridnya ada yang menjawab “gunung”, “bumi” & “matahari”,,

Yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “nafsu”…Banyak manusia menjadi celaka karena menuruti hawa nafsunya…Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi …Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini

* Pertanyaan ke 4 adalah, “Apa yang paling berat di dunia ini?”

Di antara muridnya ada yang menjawab,, “baja”, “besi” & “gajah”,,

Yang paling berat adalah “memegang amanah”

* Pertanyaan yg ke 5, adalah,,, “Apa yang paling ringan di dunia ini?”

Ada yang menjawab “kapas”, “angin”, “debu” & “daun-daunan”

Yang paling ringan di dunia ini adalah “Meninggalkan Ibadah”

* Lalu pertanyaan ke 6 adalah,,, “Apakah yg paling tajam di dunia ini?”

Muridnya menjawab dengan serentak… “PEDANG!!”

Yang paling tajam adalah “lidah manusia” Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya. menyakiti hati,,, & melukai perasaan.

di kesempatan ini saya dan keluarga mengucapkan :
 
http://img.kapanlagi.com/c/s/01179.gif
 
Salam,
 
 
Renungan…
Sep 18, ’07 3:15 AM for everyone sumber RDindonesia

Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapalah mesti dijalani dengan sepenuh rasa
Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti

Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa tidak dinikmati saja
Sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa

Jikalah luka kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa
Sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama

Jikalah benci dan marah menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mesti diumbar sepuas rasa
Sedang menahan diri adalah lebih berpahala

Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya
Sedang taubat itu lebih utama

Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri
Sedang kedermawanan justru akan melipat gandakannya

Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa mesti membusung dada
Sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia

Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama
Sedang memberi akan lebih banyak memiliki arti

Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa mesti dirasakan sendiri
Sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna

Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka
Sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta