Mar.07, Minggu pagi sekitaran jam 8 pagi berangkat ke Jakarta, seperti biasa pakai motor bersama pasukan. Menelusuri Jalan Kali Malang namun dalam perjalanan ini menemukan dua kejadin kecelakaan yg pertama setelah melewati pabrik bir, karena anatara yg di cor sedikit menanjak dan jalan menurun di akhir cor-coran, satu pengedaraan jungkir balik dan jatuh. Masih bangun tidak luka berat. Tidak jauh melintas dekat ruko Kalimas (Bekasi Timur) di sisi kanan juga ada kecelakaan jatuh dari motor, karena terjebak lobang. Korban seperti terluka karena hanya duduk sementara motornya masih tergeletak di jalan. 

Perjalanan kali ini melewati RS.Mitra BT, lewatin RM.Taman Resto milik Pak Wahyu terus masuk Kemang Pratama, perumahan yg besar dan bagus-bagus paling tidak isi garasi 2 – 3 mobil.  Masuk arah Pekayon lanjut tembus ke Pondok Gede. Kira-kira sebelum pertigaan Taman Mini perut terasa perih, maklum semuanya nga sempat sarapan pagi. Mampir ke grobak warung soto Mie, karena dah lapar dan penasarn icip-icip kuliner ….

semangkok soto mie

 Dua pasukan, karena sudah lapar tanpa ba..bi.bu..sikat habis (jangan lupa baca BASMALLAH )  

Hayo makanya di habiskaaannnnn..jgn ada yg tersisa...

Tujuan kami ke Jakarta, sebenarnya untuk mengantar orderan teh Rosella sebanyak 2 dus merupakan order ke dua kalinya.

Rasanya sedikit rada-rada asam, tapi ini sudah siap di minum nga perlu di seduh atau di masak. Kalau minum dingin lebih segeerrr.

lebih jelas klik : http://tehrosella330ml.wordpress.com

Karena masih trrobsesi pingin punya usaha tapi ketemunya masih yang kuliner terus nga boleh lihat sepertinya mudah di jalankan, lewatlah grobak mie ayam yang bahan kayunya dari bekas-bekas pallet terlihat unik karena guratan-guratan kayunya yang terkesan alami, sayang masih kurang di pernis.

Mie ayam yang katanya mie sehat dan Halal

Istriku penasaran juga akhir mencoba membeli tapi sambil di ajakin ngobrol promosiin MIE HIJAU yang kami jalankan di Cikarang. Rupanya bapak pemilik tertarik untuk belajar, kata pak Eko si pemilik grobak ini minta tolong di ajarkan cara buatnya, saya jawab nanti saya hubungi bapak, karena saya juga harus janjian dengan Pak Syam, si pemilik formulannya…he..he…he…

Disamping grobaknya Pak Eko ada spanduk dipasang seperti ini.

Siang itu kami kembali ke Cikarang seperti biasa  menggunakan jalur sepanjang Kalimalang, kali ini cuasa sangat amat cerah sekali, terik matahari sangat panas, membuat ada rsa lelah dan haus, membayangkan jika minum air yang dingin pasti seger nih. Ketemu juga pedagang es tebu pinggir jalan.

Lokasinya nga jauh-jauh dari pabrik sepatu yang tutup dah pernah di jarah kata berita dulu.

Coba ngobrol-ngobrol sama si Ibu dan si Bapak pemilik usaha es tebu, dari alat mesin pemerasnya, kalao mau beli dimana ?  jawab  si bapak katanya kalau yang secod sekitar 4 jutaan, kalau baru hampir 6 jutaan, terus Tebu juga darimana dikirimnya ? jawab si bapak juga Tebu dikirim dari Jawa, mas..kalo musim kemarau tebunya manis banget, beda kalau musim penghujan karena kebanyakan air. Inspirasi jualan air tebu memang satu dari sekian cita-cita yang ingin saya miliki. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan pulang menuju Cikarang setelah menghilangkan dahaga di terik panas siang itu.